Keutamaan Ilmu Versi Salafus Shoolih

Mereka berkata:

Abu Darda rodhiyalloh ‘anhu

“Mengkaji ilmu sesaat lebih baik dari pada sholat malam”

Abu Hurairah rodhiyalloh ‘anhu

“Saya belajar sesaat lebih saya cintai dari pada saya habiskan waktu malam untuk shalat sampai subuh.”

“Saya memahami satu masalah ilmu, baik terkait perintah, ataupun larangan, lebih aku cintai dari pada 70 kali perang di jalan Allah.”

Ibnu ‘Abbas rodhiyalloh ‘anhu

“Belajar beberapa saat di malam hari, lebih aku sukai dari pada menghabiskan seluruh malam untuk shalat.”

Abu Musa Al-Asy’ariy rodhiyalloh ‘anhu

“Aku duduk belajar bersama Ibnu Mas’ud, itu lebih menenangkan hatiku dari pada beramal satu tahun.”

Hasan Al-Bashriy rohimahulloh

“Aku memahami satu masalah, kemudian aku ajarkan ke muslim yang lain, lebih aku sukai dari pada aku memiliki dunia seisinya yan aku jadikan untuk infak fi sabilillah.”

“Usaha ulama dan darah syuhada, statusnya sama.”

Ibnu Syhihab Az-Zuhriy rohimahulloh

“Belajar sunah lebih utama dibandingkan ibadah 200 tahun.”

Sufyan Ats-Tsauri rohimahulloh

“Saya tidak mengetahui ada amal yang lebih afdhal dari pada belajar ilmu dan hadis.”

Subhanalloh.. Betapa besar keutamaan & pentingnya menuntut ilmu yang ada pada Al-Quran dan Al-Hadits. Mari kita ramaikan majlis-majlis ilmu.. Mari kita gunakan waktu kita untuk lebih banyak belajar sebelum mengajar.. Mari kita gunakan waktu kita untuk lebih memperbaiki diri sebelum memperbaiki oran lain.. Baarokalloh fiikum..

Celupan yang Melupakan Nikmat dan Sengsara

Pada hari kiamat nanti Allah akan mendatangkan salah satu dari calon penghuni neraka, yang mana orang tersebut ketika hidup di dunia adalah orang yang paling nikmat hidupnya. Segala apa yang dia inginkan bisa dia dapatkan, karena kekayaan yang dia miliki, karena jabatan yang dia punyai, pendek kata orang tersebut adalah orang yang paling enak hidupnya di dunia. Kemudian oleh Allah orang tersebut dicelupkan ke neraka satu celupan, ditempelkan ke neraka satu tempelan. Kemudian setelah itu orang itu ditarik oleh Allah kembali dari neraka. Setelah merasakan siksaan sekejap di neraka, lalu Allah menanyakan “هل رأيت نعيما قط؟” : wahai fulan, apakah engkau masih ingat kenikmatan yang dulu engkau rasakan di dunia? wanita yang engkau zinai ketika di dunia? harta melimpah yang engkau nikmati di dunia? masakan yang paling enak yang engkau makan di dunia? apakah engkau masih merasakan semua itu saat ini?. kemudian orang tersebut menjawab, “لا و الله ما رأيت نعيما قط” : Tidak, demi Allah, semuanya telah terlupakan.

Kemudian Allah mendatangkan orang yang kedua, kalo tadi calon penghuni neraka, sekarang Allah mendatangkan calon penghuni surga. Calon penghuni surga tersebut adalah orang yang dulunya ketika di dunia hidupnya sangat susah. Mungkin karena miskinnya dia, mungkin karena tubuhnya sakit-sakitan, pendek kata dia adalah orang yang paling sengsara hidupnya ketika di dunia, hanya saja dia adalah orang yang rajin beribadah. Kemudian oleh Allah orang tersebut dicelupkan ke surga sekejab, yang mungkin hanya beberapa detik. Lalu Allah mengangkatnya dari surga dan bertanya “هل رأيت بؤسا قط؟” : apakah engkau merasakan kesengsaraan yang dulu pernah engkau rasakan ketika di dunia?. Kemudian orang tersebut menjawab,”لا والله يا رب ما رأيت بؤسا قط” : Tidak, demi Allah semuanya telah terlupakan yaa Robb. (HR. Muslim) Read the rest of this entry

Keteguhan dan Zuhudnya Seorang Masruq bin Al-Ajda’

Nama beliau adalah Masruq bin Al-Ajda’ Al-Hamdani Al-Wadi’i Abu Aisyah Al-Kufi. Dialah Masruq bin Al-Ajda’ bin Malik bin Umayyah bin Abdullah bin Murii bin Salman, selain itu ada juga yang mengatakan Salaman bin Muammar bin Al-Harits bin Sa’ad bin Abdullah bin Wadi’ah.

Beliau adalah salah seorang tokoh tabi’in, salah seorang imam yang beramal. Dia berguru kepada para ulama dari kalangan sahabat: Abdullah bin Mas’ud, Ali bin Abi Tholib dan Aisyah binti Abu bakar -rodhiyalloh ‘anhum-. Dia adalah seorang yang memiliki sifat zuhud, wara’ dan gemar beribadah.

Pujian Ulama Kepada Masruq

Dari Malik bin Mighwal, dia mengatakan bahwa Abu As-Safar tidak hanya sekali mengatakan, “Seorang wanita Hamdaniyah tidak pernah melahirkan orang seperti Masruq.”

Ibnul Madini mengatakan, “Aku tidak mendahulukan seorang pun yang pernah sholat di belakang Abu Bakar dibandingkan Masruq.”

Amir Asy-Sya’bi mengatakan, “Aku tidak mengetahui ada seorang pun yang lebih giat dalam menuntut ilmu di suatu penjuru dari pada Masruq.”

Abu Nu’aim mengatakan, “Di antara mereka ada yang ‘alim mengenai Robb-nya, larut dalam kecintaan kepadaNya, selalu mengingat dosanya, dikenal dalam keilmuan, dipercaya menjaga amanat dan rindu untuk beribadah kepada Allah, dia lah Abu Aisyah yang bernama Masruq.” Read the rest of this entry

Bolehkah Asuransi dalam Kaca Mata Islam ?

Berbicara tentang asuransi, para ulama fiqih telah berbeda pendapat akan hukumnya. Ada sebagian ulama yang mengharamkan dan ada yang menghalalkan. Bahkan ada pula ulama yang tidak mengharamkan secara mutlak, begitu pun sebaliknya.

Asuransi Konvensional

Banyak dari kalangan ulama fiqih yang mengharamkan asuransi ini. Dikarenakan ada beberapa hal yang menjadi pertimbangan (hujjah), di antaranya:

a. Asuransi Mengandung Unsur-unsur Tidak Pasti

Ketidakpastian yang dimaksud adalah antara peserta dengan perusahaan sama-sama tidak tahu, berapa yang harus dikeluarkan dan berapa yang akan didapat. Bisa jadi seorang peserta asuransi berharap akan bisa mendapat banyak dari klaim, tapi bisa juga tidak mendapat apa-apa.

Akad ini berarti mengandung jahalah yang diharamkan dalam agama. Di mana penjual dengan pembeli sama-sama tidak tahu keuntungan dan kerugian masing-masing. Karena masih sangat bergantung dengan banyak kejaidan.

b. Premi Diputar dalam Investasi dengan Sistem Ribawi

Perusahaan asuransi konvensional membenamkan dananya dengan sistem ribawi. Uang premi yang terkumpul dari peserta akan diinvestasikan dengan cara haram. Karena itu hasilnya pun merupakan uang riba yang haram juga.

Bila peserta asuransi mengajukan klaim, tentu saja uang hasil klaim itu bersumber dari investasi ribawi.

c. Asuransi mengandung unsur pemerasan

Seringkali terjadi dalam sebuah kesepakatan yang terlalu tebal, seorang peserta asuransi tidak mampu memahami secara menyeluruh isi perjanjian. Sehingga dalam banyak kasus misalnya, apabila peserta tidak bisa melanjutkan pembayaran preminya, akan hilang premi yang sudah dibayar atau dikurangi.

Di sini sangat terasa unsur pemerasan oleh pihak perusahaan asuransi kepada peserta. Read the rest of this entry

Peta Perencanaan Anak Sholih

peta pendidikan anak

Memiliki buah hati yang sholih dan sholihah tentu menjadi dambaan setiap mukmin/ah.. Namun untuk mewujudkannya tidak semudah membalikkan telapak tangan, sebab membutuhkan keuletan orang tua dalam merawat dan mendidiknya dengan perencanaan yang matang. Perencanaan tidak hanya dapat dilakukan oleh pasangan yang telah menikah, melainkan dapat dilakukan oleh setiap ikhwan/ akhwat jauh sebelum melangsungkan pernikahan. Salah satunya yaitu dengan memperbanyak membaca dan mempelajari metode pendidikan anak dalam Islam.

Menikahi wanita yang sholihah adalah langkah awal perencanaan untuk memiliki anak yang sholih/ah, sebab ibu adalah madrasah pertama bagi anak. Lagi-lagi keteladanan merupakan salah satu hal yang memiliki pengaruh kuat terhadap perkembangan diri anak, sebagaimana pepatah mengatakan, “Buah tidak jatuh jauh dari pohonnya”. Oleh karenanya, setiap pasangan suami istri harus menjadikan diri mereka sholih dan sholihah terlebih dahulu agar kelak dapat mewujudkan impian memiliki anak-anak yang sholih dan sholihah pula.

Mendidik anak agar menjadi sholih/ah tidak hanya saat telah lahir ke dunia, melainkan sejak janin masih dalam kandungan. Selain harus menjaga asupan gizi dan kesehatan diri, kedua orang tua harus memperbanyak beribadah kepada Allah. Mengajak serta janin dalam kandungan untuk sholat, tilawah, menghafal Al Qur’an, berdakwah, dan sebagainya merupakan pendidikan awal yang paling efektif untuk menjadikan buah hati terbiasa mendekat kepada Allah. Sehingga kelak ketika telah terlahir ke dunia, dengan sendirinya sang buah hati mudah untuk diarahkan beribadah kepada-Nya. Insyaa Allah. Read the rest of this entry

Mush’ab bin Umair: Duta Islam Pertama

Saat mudanya dan sebelum masuk Islam, Mush’ab adalah seorang pemuda yang ganteng, gagah dan kaya raya, selalu memakai pakaian yang mewah dan dikenal oleh masyarakat Mekkah dengan penampilannya yang selalu necis, sedangkan bapak dan ibunya adalah orang terpandang yang terkaya dari penduduk Mekkah yang kaya raya, dan keduanya sangat mencintainya, karena itu setiap keinginannya selalu dipenuhi dan permintaannya selalu dituruti.

Saat Mush’ab mendengar sebagian kaum muslimin keluar melakukan hijrah ke Habsyah, beliaupun ikut melakukannya, kemudian kembali ke Mekkah bersama mereka yang kembali kesana, dan saat itupun kaumnya melihat keadaan beliau setelah kembali hingga hati mereka menjadi trenyuh dan merasa kasihan dan tidak melakukan penyiksaan kembali.

Dan setelah berlangsungnya bai’at pertama dan kedua, seseorang dari kaum Anshor datang kepada Nabi saw meminta untuk diutus salah seorang dari sahabat yang pandai membaca Al-Qur’an untuk mengajarkan kepada mereka tentang Al-Qur’an dan perkara agama. Maka Rasulullah saw memilih Mush’ab untuk menjadi duta pertama keluar Mekkah, dan orang yang pertama kali hijrah ke Madinah Al-Munawwaroh, dan Mush’ab pun akhirnya meninggalkan kota Mekkah untuk yang kedua kalinya mengikuti perintah Allah dan Rasul-Nya, dan mengemban amanah dakwah.

Di Madinah, Mushab tinggal sebagai tamu di rumah As’ad bin Zurarah. Dengan didampingi As’ad, ia mengunjungi kabilah-kabilah, rumah-rumah dan tempat-tempat pertemuan untuk membacakan ayat-ayat Al-Qur’an. Menyampaikan “bahwa hanya Allah Tuhan yang berhak disembah” dengan sangat hati-hati.

Mush’ab menyeru manusia kepada agama Allah dengan penuh hikmah dan mau’idzah hasanah (pelajaran yang baik), sehingga banyak dari para pemuka penduduk Madinah yang masuk Islam karenanya, seperti : Asid bin Khadir dan Sa’ad bin Mu’adz.

Saat Mushab memasuki Madinah, jumlah orang Islam hanya 12 orang. Yaitu, orang-orang yang telah berbaiat di bukit Aqabah. Namun hanya dalam beberapa bulan, penduduk Madinah sudah berbondong-bondong masuk Islam. Ini karena penduduk Madinah merasa takjub dengan kezuhudannya dan keikhlasannya sampai mereka mau masuk kepada agama Allah. (ikadijatim.org)

Remember this my dear sister..

466037_545796575472282_1726937516_o

 

 

Ingatlah ini saudariku sayang..

Seorang muslimah yang sebenarnya itu bagaikan mawar dengan banyak duri..

Cantik, Memukau..

Tetapi dia tidak mengganggu sekeliling..

dan sangat sulit untuk didekati..

Terlebih lagi..

Dia hanya bisa didapatkan oleh satu orang,

Seseorang yang dikenal sebagai suami :)

#Jadi.. Begitulah seorang muslimah seharusnya#

Amalan Muslimah saat Haid

Seorang muslimah yang telah baligh, tentu setiap bulan kedatangan tamu yang bernama haid. Para muslimah biasanya suka pada sebel karena tidak bisa shalat. Apalagi jika haid di Bulan Ramadhan, pasti bete karena tidak bisa berpuasa. Nah terus gimana? Kan para muslimah juga ingin dapat pahala sebanyak-banyaknya. Curang dong para lelaki muslim bisa mendulang pahala sebanyak-banyaknya karena beribadah sepuasnya tanpa masa libur.

Eits, sebelum ngomel, inget yaa,, amal ibadah tidak hanya shalat dan puasa saja..
Masih ada berbagai amalan yang dapat dilakukan oleh seorang muslimah meski sedang haid, antara lain:

  1. Membaca Al Qur’an tanpa menyentuh lembaran mushaf. Insya Allah ini pendapat yang kuat. Jadi para muslimah diperbolehkan membaca Al Qur’an menggunakan laptop, HP, tablet, atau sejenisnya. Sebab benda-benda tersebut tidak dihukumi Al Qur’an.
  2. Muraja’ah atau mengulang kembali hafalan Al Qur’an. Meski sedang haid, muraja’ah harus tetap dilakukan untuk menjaga hafalan agar tetap melekat.
  3. Berdzikir dan Berdo’a. Seorang muslimah yang sedang haid, tidak boleh lalai dalam mengingat Allah. Bahkan meski saat mendengar adzan tidak dapat bersegera untuk shalat, tetap sangat dianjurkan untuk banyak berdo’a diantara adzan dan iqamah. Apalagi saat hendak bercermin, makan, minum, memakai pakaian, dsb tetap harus membaca do’a.
    Saat pagi dan petang, juga sangat dianjurkan untuk berdzikir guna mengingat Allah dan menjaga diri, sebagaimana yang telah terangkum dalam Al-Ma’tsurat.
  4. Membaca dzikir mutlak sebanyak mungkin. Seperti membaca tahmid, tasbih, dan tahlil.
  5. Mempelajari ilmu agama. Membaca buku atau artikel islami guna memperkaya wawasan keislaman bagi diri, merupakan suatu hal yang harus senantiasa dilakukan oleh setiap muslim dan muslimah. Bahkan buku yang di dalamnya terkandung kutipan ayat-ayat Al Qur’an, ulama sepakat bahwa muslimah yang sedang haid tetap diperbolehkan menyentuh dan membacanya.
  6. Menghadiri majelis ilmu dan mendengarkan ceramah atau bacaan Al Qur’an.
  7. Bersedekah, berinfaq, atau melakukan kegiatan sosial lainnya.
  8. Menyampaikan kajian atau tausiyah, sekalipun mengutip ayat-ayat Al Qur’an
  9. Melayani suami (selain ber-jima’), merawat anak, dan berbakti kepada orang tua.
  10. Ber-Ihram. Sebagaimana sebuah hadits Aisyah yang meriwayatkan kasus Asma’ binti Umais. Asma’ melahirkan di Syajarah. Lalu Rasulullah saw menyuruhnya mandi dan sesudah itu langsung ihram.

So? Meski sedang kedatangan tamu spesial, seorang muslimah tetap berkewajiban untuk bertaqarrub kepada Allah.. Sebab setiap manusia dituntut untuk menjalankan ibadah selama hayat masih dikandung badan. Allah menegaskan dalam firman-Nya,

وَاعْبُدْ رَبَّكَ حَتَّى يَأْتِيَكَ الْيَقِينُ

“Beribadahlah kepada Tuhanmu sampai datang kepadamu Al-Yaqin.” (QS. Al-Hijr: 99)
Para ulama tafsir sepakat bahwa makna al Yaqin adalah kematian.

Nah, galau karena tidak bisa beribadah saat haid? Nggak lah yaw! :)

Inilah Syarat-syarat Berdoa

Agar do’a-do’a yang kita sampaikan kepada Allah swt semaksimal mungkin mencapai pengabulan dari-Nya, maka ada beberapa hal yang perlu kita perhatikan. Di antaranya sebagai berikut:

1) Hendaknya kita hanya meminta kepada Allah swt, tidak mempersekutukanNya dengan siapapun

إِيَّاكَ نَعْبُدُ وَإِيَّاكَ نَسْتَعِينُ

“Hanya kepada Engkaulah kami menyembah dan hanya kepada Engkaulah kami mohon pertolongan.” (QS Al-Fatihah 5)

وَإِذَا سَأَلَكَ عِبَادِي عَنِّي فَإِنِّي قَرِيبٌ أُجِيبُ دَعْوَةَ الدَّاعِ إِذَا دَعَانِ

“Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku, maka (jawablah), bahwasanya Aku adalah dekat. Aku mengabulkan permohonan orang yang berdo`a apabila ia memohon kepada-Ku.” (QS Al-Baqarah 186)

2) Hendaknya kita semakin banyak melaksanakan berbagai perintah Allah berlandaskan iman kepada-Nya, serta dengan jalan menghidupkan berbagai sunnah Rasulullah saw

وَإِذَا سَأَلَكَ عِبَادِي عَنِّي فَإِنِّي قَرِيبٌ أُجِيبُ دَعْوَةَ الدَّاعِ إِذَا دَعَانِ فَلْيَسْتَجِيبُوا لِي

”Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku, maka (jawablah), bahwasanya Aku adalah dekat. Aku mengabulkan permohonan orang yang berdo`a apabila ia memohon kepada-Ku, maka hendaklah mereka itu memenuhi (segala perintah) Ku.” (QS Al-Baqarah 186)

قُلْ إِنْ كُنْتُمْ تُحِبُّونَ اللَّهَ فَاتَّبِعُونِي يُحْبِبْكُمُ اللَّهُ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ وَاللَّهُ غَفُورٌ رَحِيمٌ

“Katakanlah, “Jika kamu (benar-benar) mencintai Allah, ikutilah aku,

niscaya Allah mengasihi dan mengampuni dosa-dosamu.”

Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (QS Ali Imran 31) Read the rest of this entry

Wanita Adalah Mutiara Berharga

Woman was made from the rib of man, She was not created from his head to top him, Not from his feet to be stepped upon, She was made from his side to be close to him, From beneath his arm to be protected by him, Near his heart to be loved by him.

Bagaimana perasaan seorang pria jika dikelilingi banyak wanita? Jika pertanyaan itu disodorkan kepada saya, maka ungkapan “bangga” nampaknya cukup mewakili perasaan saya. Saya senang setiap hari dikelilingi wanita cantik, shalihah pula. Dan tentu pada saat itu saya semakin merasa menjadi ‘pangeran’. Ups, jangan curiga dulu, karena wanita-wanita cantik nan shalihah yang saya maksud adalah istri dan dua anak saya yang keduanya ‘kebetulan’ wanita. Insya Allah.

Tidak hanya itu, sebelum saya menikah, saya juga lebih banyak disentuh oleh wanita, yakni ibu karena semenjak usia enam tahun saya memilih untuk ikut ibu saat ia bercerai dengan ayah. Sebuah naluri kedekatan anak terhadap ibunya yang tidak sekedar karena telah menghisap ratusan liter air susu ibunya, melainkan juga ikatan bathin yang tak bisa terpisahkan dari kehangatan yang senantiasa diberikan seorang ibu terhadap anaknya.

Karena itulah, dalam hidup saya tidak ingin berbuat sesuatu yang sekiranya dapat mengecewakan dan melukai seorang wanita. Namun sikap yang tepat dan bijak harus diberikan seorang pria mengingat wanita itu terbuat dari tulang rusuk yang bengkok, yang apabila terdapat kesalahan padanya, pria harus berhati-hati meluruskannya. Terlalu keras akan mematahkannya, dibiarkan juga salah karena akan tetap pada kebengkokannya. Meski demikian, tidak sedikit pria harus membiarkan wanita kecewa demi meluruskan kesalahan itu, toh setiap pria yang melakukan itu pun sangat yakin bahwa kekecewaan itu hanya sesaat kerena selanjutnya akan berbuah manis.

Wanita itu ibarat bunga, yang jika kasar dalam memperlakukannya akan merusak keindahannya, menodai kesempurnaannya sehingga menjadikannya layu tak berseri. Ia ibarat selembar sutra yang mudah robek oleh terpaan badai, terombang-ambing oleh hempasan angin dan basah kuyup meski oleh setitik air. Oleh karenanya, jangan biarkan hatinya robek terluka karena ucapan yang menyakitkan karena hatinya begitu lembut, jangan pula membiarkannya sendirian menantang hidup karena sesungguhnya ia hadir dari kesendirian dengan menawarkan setangkup ketenangan dan ketentraman. Sebaiknya tidak sekali-kali membuatnya menangis oleh sikap yang mengecewakan, karena biasanya tangis itu tetap membekas di hati meski airnya tak lagi membasahi kelopak matanya. Read the rest of this entry

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 1,240 other followers