Amalan Muslimah saat Haid


Seorang muslimah yang telah baligh, tentu setiap bulan kedatangan tamu yang bernama haid. Para muslimah biasanya suka pada sebel karena tidak bisa shalat. Apalagi jika haid di Bulan Ramadhan, pasti bete karena tidak bisa berpuasa. Nah terus gimana? Kan para muslimah juga ingin dapat pahala sebanyak-banyaknya. Curang dong para lelaki muslim bisa mendulang pahala sebanyak-banyaknya karena beribadah sepuasnya tanpa masa libur.

Eits, sebelum ngomel, inget yaa,, amal ibadah tidak hanya shalat dan puasa saja..
Masih ada berbagai amalan yang dapat dilakukan oleh seorang muslimah meski sedang haid, antara lain:

  1. Membaca Al Qur’an tanpa menyentuh lembaran mushaf. Insya Allah ini pendapat yang kuat. Jadi para muslimah diperbolehkan membaca Al Qur’an menggunakan laptop, HP, tablet, atau sejenisnya. Sebab benda-benda tersebut tidak dihukumi Al Qur’an.
  2. Muraja’ah atau mengulang kembali hafalan Al Qur’an. Meski sedang haid, muraja’ah harus tetap dilakukan untuk menjaga hafalan agar tetap melekat.
  3. Berdzikir dan Berdo’a. Seorang muslimah yang sedang haid, tidak boleh lalai dalam mengingat Allah. Bahkan meski saat mendengar adzan tidak dapat bersegera untuk shalat, tetap sangat dianjurkan untuk banyak berdo’a diantara adzan dan iqamah. Apalagi saat hendak bercermin, makan, minum, memakai pakaian, dsb tetap harus membaca do’a.
    Saat pagi dan petang, juga sangat dianjurkan untuk berdzikir guna mengingat Allah dan menjaga diri, sebagaimana yang telah terangkum dalam Al-Ma’tsurat.
  4. Membaca dzikir mutlak sebanyak mungkin. Seperti membaca tahmid, tasbih, dan tahlil.
  5. Mempelajari ilmu agama. Membaca buku atau artikel islami guna memperkaya wawasan keislaman bagi diri, merupakan suatu hal yang harus senantiasa dilakukan oleh setiap muslim dan muslimah. Bahkan buku yang di dalamnya terkandung kutipan ayat-ayat Al Qur’an, ulama sepakat bahwa muslimah yang sedang haid tetap diperbolehkan menyentuh dan membacanya.
  6. Menghadiri majelis ilmu dan mendengarkan ceramah atau bacaan Al Qur’an.
  7. Bersedekah, berinfaq, atau melakukan kegiatan sosial lainnya.
  8. Menyampaikan kajian atau tausiyah, sekalipun mengutip ayat-ayat Al Qur’an
  9. Melayani suami (selain ber-jima’), merawat anak, dan berbakti kepada orang tua.
  10. Ber-Ihram. Sebagaimana sebuah hadits Aisyah yang meriwayatkan kasus Asma’ binti Umais. Asma’ melahirkan di Syajarah. Lalu Rasulullah saw menyuruhnya mandi dan sesudah itu langsung ihram.

So? Meski sedang kedatangan tamu spesial, seorang muslimah tetap berkewajiban untuk bertaqarrub kepada Allah.. Sebab setiap manusia dituntut untuk menjalankan ibadah selama hayat masih dikandung badan. Allah menegaskan dalam firman-Nya,

وَاعْبُدْ رَبَّكَ حَتَّى يَأْتِيَكَ الْيَقِينُ

“Beribadahlah kepada Tuhanmu sampai datang kepadamu Al-Yaqin.” (QS. Al-Hijr: 99)
Para ulama tafsir sepakat bahwa makna al Yaqin adalah kematian.

Nah, galau karena tidak bisa beribadah saat haid? Nggak lah yaw!🙂

About iltizamamrullah

saya adalah seorang pemuda yang harus masih banyak belajar dan beramal

Posted on September 14, 2013, in KELUARGA, MUSLIMAH and tagged , , , , , , , , , , , , . Bookmark the permalink. 1 Comment.

  1. Reblogged this on An-Niswah and commented:
    kedatangan tamu tiap bulan emang fitrah wanita.. tapi kalo cuma gegara itu jadi jauh dari Allah, ndak banget deh yaa..😀
    this.. beragam amalan yang dapat dilakukan oleh muslimah meski sedang haid..🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: