Peta Perencanaan Anak Sholih


peta pendidikan anak

Memiliki buah hati yang sholih dan sholihah tentu menjadi dambaan setiap mukmin/ah.. Namun untuk mewujudkannya tidak semudah membalikkan telapak tangan, sebab membutuhkan keuletan orang tua dalam merawat dan mendidiknya dengan perencanaan yang matang. Perencanaan tidak hanya dapat dilakukan oleh pasangan yang telah menikah, melainkan dapat dilakukan oleh setiap ikhwan/ akhwat jauh sebelum melangsungkan pernikahan. Salah satunya yaitu dengan memperbanyak membaca dan mempelajari metode pendidikan anak dalam Islam.

Menikahi wanita yang sholihah adalah langkah awal perencanaan untuk memiliki anak yang sholih/ah, sebab ibu adalah madrasah pertama bagi anak. Lagi-lagi keteladanan merupakan salah satu hal yang memiliki pengaruh kuat terhadap perkembangan diri anak, sebagaimana pepatah mengatakan, “Buah tidak jatuh jauh dari pohonnya”. Oleh karenanya, setiap pasangan suami istri harus menjadikan diri mereka sholih dan sholihah terlebih dahulu agar kelak dapat mewujudkan impian memiliki anak-anak yang sholih dan sholihah pula.

Mendidik anak agar menjadi sholih/ah tidak hanya saat telah lahir ke dunia, melainkan sejak janin masih dalam kandungan. Selain harus menjaga asupan gizi dan kesehatan diri, kedua orang tua harus memperbanyak beribadah kepada Allah. Mengajak serta janin dalam kandungan untuk sholat, tilawah, menghafal Al Qur’an, berdakwah, dan sebagainya merupakan pendidikan awal yang paling efektif untuk menjadikan buah hati terbiasa mendekat kepada Allah. Sehingga kelak ketika telah terlahir ke dunia, dengan sendirinya sang buah hati mudah untuk diarahkan beribadah kepada-Nya. Insyaa Allah.Selanjutnya, ketika buah hati telah terlahir ke dunia, maka kedua orang tua harus saling bekerjasama mencurahkan kasih sayang dengan pendidikan yang islami. Berikut sebagian perencanaan yang dapat dilakukan agar anak menjadi seorang yang sholih/ah:

Hal-hal pokok yang dilakukan pada masing-masing tahap usia:

Usia 1 hari:

  1. Adzan di telinga kanan
  2. Iqamah di telinga kiri
  3. Tahnik (mengunyah dan mengoleskan kurma atau madu pada langit-langit mulut bayi)
  4. Menanam ari-ari dengan segera

Usia 7 hari:

  1. ‘Aqiqoh
  2. Memberi nama
  3. Mencukur rambut
  4. Menyedekahkan emas atau perak seberat rambut bayi yang dicukur

Usia 40 hari:
Mengkhitan pada hari ke-7, hari ke-40 atau usia 7 tahun.

Usia 2 tahun:

  1. Berhenti menyusui
  2. Mulai biasakan ajak ke masjid

Usia 7 tahun:

  1. Biasakan dengan sholat dan puasa yang tertib
  2. Biasakan menutup aurat di hadapan yang bukan mahram
  3. Pisahkan kamar tidur anak dengan kamar orang tua
  4. Biasakan untuk selalu sholat berjamaah di masjid (utamanya anak laki-laki)

Usia 10 tahun

  1. Hukum jika anak meninggalkan sholat
  2. Pisahkan kamar tidur anak laki-laki dengan anak perempuan
  3. Ajarkan adab meminta izin sebelum masuk ke kamar orang lain

Usia 15 tahun:

  1. Beritahu tanda-tanda baligh. Pada umumnya seorang anak mencapai baligh (pubertas) pada usia 10-15 tahun.
  2. Beritahu hak dan kewajiban sebagai seorang mukallaf (muslim yang dikenai kewajiban melaksanakan perintah dan menjauhi larangan agama atau pribadi muslim yang sudah dapat dikenai hukum)

Pendidikan Al Qur’an:

Usia 1-40 hari:
Biasakan dengan alunan Al Qur’an

Usia 2 tahun:

  1. Dapat menyebut alif, ba, ta, dst
  2. Sudah mulai menghafal surat Al Fatihah dan surat-surat pendek

Usia 7 tahun:

  1. Dapat membaca Al Qur’an dengan baik dan benar
  2. Hafal Al Qur’an juz 30

Usia 10 tahun:

  1. Mengkhatamkan Al Qur’an untuk pertama kali
  2. Tumbuhkan minat menghafal Al Qur’an

Usia 15 tahun:
Hafal 30 juz Al Qur’an

Hukum Fiqh:

Usia 1 hari:
Wajib dibayarkan zakat fitrah jika lahir pada bulan Ramadhan

Usia 7 hari hingga 2 tahun:

  1. Air kencing bayi laki-laki yang belum makan apapun selain ASI, dihukumi sebagai najis ringan. Sehingga jika ada pakaian yang terkena najisnya, cukup diciprati air untuk menyucikan.
  2. Muntah bayi adalah najis sehingga wajib dibersihkan sebagaimana najis-najis yang lain
  3. Bayi yang disusui oleh wanita selain ibu kandungnya sebanyak lima kali susuan hingga mengenyangkan, maka dianggap sebagai anak susuan.

Usia 10-15 tahun:
Anak yang sudah baligh wajib menutup aurat dihadapan yang bukan mahram.

Khurafat (Mitos) yang WAJIB DIHINDARI
Ada banyak sekali khurafat (mitos) yang berkembang di masyarakat dan wajib dihindari. Beberapa diantaranya adalah:

Usia 1 hari:
Membersihkan ari-ari dengan garam atau asam gelugur, kemudian menanamnya bersama objek lain seperti lampu, pensil, dan sebagainya agar bernasib baik.

Usia 7 hari:
Meletakkan gunting atau paku di bawah bantal bayi untuk menghalau syaithan.

Usia 40 hari:
Mengenakan benang pada tubuh anak sebagai penangkal syaithan.

Usia 2 tahun:
Menakut-nakuti anak dengan hantu atau sejenisnya.

Masih banyak lagi hal-hal yang perlu diperhatikan dalam mendidik anak agar menjadi sholih dan sholihah. Oleh sebab itu orang tua harus terus membekali diri dengan pemahaman akan ilmu serta menerapkannya dengan cara yang bijak dan benar, sehingga kita dapat memiliki generasi yang sholih dan mushlih, jundi-jundiyah Qur’ani dan Rabbani. Insyaa Allah.

Allahu a’lam bi ash-shawaab.

About iltizamamrullah

saya adalah seorang pemuda yang harus masih banyak belajar dan beramal

Posted on November 7, 2013, in KELUARGA, TARBIYATUL AULAAD and tagged , , , , , , , , , , , , , , , , . Bookmark the permalink. Leave a comment.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: